RSS

Bangunan Islam

09 Mei

Bangunan Islam Terkenal di Dunia

Ada banyak bangunan peninggalan Islam yang sangat indah di dunia ini, berikut ini hanya beberapa saja yang bisa saya tampilkan, yuk dilihat bangunan apa saja 🙂

1. Masjid Cordoba di Spanyol

Masjid Cordoba, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai salah satu tempat peninggalan bersejarah yang penting di dunia. Masjid ini pertama kali dibangun oleh Khalifah Muslim Abdurahman I pada tahun 787. Pembangunannya terus dilakukan oleh khalifah-khalifah penerusnya. Masjid Cordoba memiliki ruangan dalam untuk sholat, berbentuk persegi panjang yang dikelilingi oleh lapangan terbuka, seperti model masjid-masjid peninggalan Umayyah dan Abbasiyah yang dibangun di Suriah dan Irak. Pada saat pemerintahan Umayyah, Cordoba menjadi ibukota Spanyol di bawah pemerintahan khalifah Islam dan dikenal tidak ada tadingannya di Eropa dalam hal kemajuan peradabannya. Cordoba pada saat itu juga dikenal sebagi pusat ilmu pengetahuan, di mana volume kunjungan ke perpustakaannya mencapai 400.000 kunjungan. Sementara perpustakaan-perpustakaan besar di Eropa, volume pengunjungnya jarang mencapai angka seribu.

Tapi sayang masjid ini sdh tdk bisa lg digunakan untuk sholat. Masjid Cordoba dijadikan gereja sejak monarki Kristen menaklukkan Spanyol pada abad ke-13.

2. Museum Aya Sofia

Kini namanya Museum Aya Sofia. Sebelum menjadi museum, bangunan ini dulunya adalah masjid. Dan sebelum menjadi masjid, ia adalah gereja yang bernama Haghia Sopia. Usia bangunan ini sudah sangat tua, sekitar limaIstanbul, belum lengkap tanpa melihat kemegahan Aya Sofia. Tampak abad. Bangunan ini merupakan kebanggaan masyarakat Muslim di Istanbul, Turki. Keindahan arsitekturnya begitu mengagumkan para pengunjung. Karenanya, jika berkunjung ke

dari luar, pengunjung disuguhkan ukuran kubah yang begitu besar dan tinggi. Ukuran tengahnya 30 meter, tinggi dan fundamennya 54 meter. Ketika memasuki area bangunan, pengunjung dibuai oleh keindahan interior yang dihiasi mosaik dan fresko. Tiang-tiangnya terbuat dari pualam warna-warni. Sementara dindingnya dihiasi bera

neka ragam ukiran. Selain keindahan interior, daya tarik bangunan ini juga didapat dari nilai sejarahnya. Di sinilah simbol pertarungan antara Islam dan non-Islam, termasuk di dalamnya nilai-nilai sekuler pascaruntuhnya Kekhalifahan Turki Usmani.

3. Masjid Nabawi

Masjid Nabawi adalah masjid kedua yang paling utama untuk dikunjungi umat Islam setelah Masjidil Haram di Mekah. Masjid Nabawi didirikan tahun 622 M atau tahun pertama hijriah, setelah Nabi Saw hijrah dari Mekah ke Madinah. Masjid Nabawi memiliki 10 menara yang 6 di antaranya setinggi 99 meter, serta 24 kubah. Terdapat 5 mihrab dan beberapa tiang yang konon memiliki sejarah masing-masing. Selain itu masjid ini dilengkapi dengan tempat parkir bawah tanah yang mampu menampung sekitar 4.400 kendaraan. Tempat yang paling bersejarah di dalam masjid adalah makam Rasulullah Saw beserta Abu Bakar dan Umar bin Khaththab yang diletakkan persis di bawah kubah berwarna hijau.

Cerita unik di balik letak masjid ini adalah ketika itu Rasulullah Saw meminta untanya untuk berjalan dan menunjukkan tempat yang dapat dijadikan lokasi rumahnya. Hal ini dilakukan sebagai langkah bijaksana Nabi Saw terhadap banyaknya tawaran dari kaum Anshar untuk tinggal dan beristirahat di rumah mereka. Ternyata sang unta berhenti di depan rumah Abu Ayyub Al-Ansari yang menerima Nabi Saw dengan senang hati. Setelah beberapa bulan tinggal di sana, Nabi Saw mendirikan masjid di atas tanah tersebut. Rasulullah Saw yang meletakkan batu pertama pendirian masjid, diikuti oleh sahabat-sahabat Nabi, Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali. Kemudian pengerjaan masjid dilakukan dengan gotong royong sampai selesai. Pagarnya dari batu tanah, tiang-tiangnya dari batang kurma, sedangkan atapnya dari pelepah daun kurma. Waktu itu arah kiblatnya adalah Baitul Maqdis di Yerusalem, karena perintah menghadap Ka’bah belum turun. Luas masjid sekitar 30 x 35 m dan keadaannya masih sangat sederhana.

4. Masjidil Haram

Sejarah mencatat masid ini dibangun secara permanen oleh sahabat Rosullulloh SAW, Umar bin Khatab pada tahun 638 Masehi. Kata ‘Haram’ dipilih sebagai nama masid tersebut bukan tanpa alasan. Kata tersebut mengandung makna bahwa memang masjid itu diharamkan bagi umat selain muslim. Masid tersebut juga menjadi tempat yang haram untuk menumpahkan darah. Haramnya Masjidil Haram digunakan untuk menumpahkan darah terungkap dalam surat Al Baqarah ayat 191.

Sejak zaman khalifah Umar bin Khattab ingga tahun 1988,masjid ini tercatat mengalami renovasi dan perluasan sebanyak 10 kali. Mereka yang berikutnya terekam sejarah memimpin program perluasan dan renovasi masjid tersebut dalah Khalifah Usman bin Affan (648 M), Abdullahibnu Zubair (685 M), Al Walidibnu Abdul Malik (709 M), serta Abu Ja’far al MAnsur Al Abbasi (755 M). Selain itu juga Al Mu’tadlid Al Abbasi (897 M), Al Muqtadir Al Abbasi (918 M), Raja Abdul Aziz Al Saud (1955 M), Raja Fahd ibnu Abdul Aziz Al Saud (1988 M) dan yang terakhir sekarang (2008 M) masih dalam proses perluasan masjid dengan mengosongkan area perhotelan yang dulu tersebar di sekitar masjidil Haram. Setelah sepuluh kali renovasi dan perluasan, sampai akhir tahun 2007 Masjidil Haram luasnya mencapai 328 ribu meter persegi. Dengan areal seluas itu, MASjidil Haram yang berlantai empat ini mampu menampung 914 ribu jamaah dala satu waktu sholat berjamaah. Deluruh proyek perluasan dan renovasi itu tidak menghilangkan benuk asli bangunan Masjidil Haram.

5 Masjid Omar Ali Saifuddin

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin, terletak di Bandar Seri Begawan, ibukota Kesultanan Brunei, salah satu masjid paling spektakuler di kawasan Asia Pasifik dan menjadi daya tarik utama bagi para wisatawan. Dulu dinamakan Omar Ali Saifuddin III, Sultan Brunei 28, dimana masjid menjadi simbol agama Islam di Brunei, masjid ini hampir mendominasi pemandangan dari Bandar Seri Begawan. Masjid ini selesai pada tahun 1958 dan merupakan contoh mengesankan dari arsitektur Islam modern, menyatukan gaya arsitektur Mughal dan Italia.

Di bangun di sebuah laguna buatan di tepi Sungai Brunei di Kampung Ayer “Village in the water”, memiliki menara dan kubah emas marmer, dengan halaman dan taman yang rimbun penuh air mancur, yang dalam Islam melambangkan surga. Ada sebuah jembatan marmer yang mencapai ke Laguna, dimaksudkan sebagai replika abad ke-16 Sultan Bolkiah, dan juga untuk memperingati ulang tahun ke 1.400 Nuzul Al-Quran, selesai pada tahun 1967. Masjid ini memiliki tinggi 52 meter (171 kaki), mempunyai kubah utama dari emas murni, dan hampir semua bahan bangunan didatangkan dari luar negari, seperti, marmer dari Italia, granit dari Shanghai, lampu kristal dari Inggris, serta kapet dari Arab Saudi. Menara Masjid Omar Ali Saifuddin ini memiliki lift ke puncak, di mana orang bisa menikmati pemandangan panorama kota.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 9 Mei 2011 in Dunia Islam

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: